Laman

Sabtu, 07 Mei 2016

Sahabat, Aku Rindu...

Sahabat, Aku Rindu...

Yah.. Beginiah hidup, tak selamanya sama. Yang dahulu selalu bersama kini tak pernah berjumpa lagi. Yang dulu tak keberatan menghabiskan waktu seharian tertawa, kini tak mau sekedar menyapa. Ku tau kita sudah punya jalan masing-masing. Kita sudah punya kesibukan masing. Tugas yang menumpuk, laporan yang menanti, dan target yang harus dikejar. Tapi ku tau bukan hanya itu alasannya, tentu kau sudah punya sahabat baru.

Sahabat baru yang mungkin lebih asik daripada aku. Sahabat baru yang mungkin bisa membuat mu tertawa lebih keras dari pada aku. Bukan aku menganggap mu melupakan aku, tapi yang baru memang cendrung lebih menyenangkan.

Kini aku bahkan tak berani menghubungimu, meski banyak cara yang bisa aku lakukan. Tapi, aku tak mau menyibukanmu. Aku hanya tak mau waktumu terbuang sia-sia demi ku.

Bila mengingat masa-masa kita dulu. Rela kita menghabiskan waktu hingga sore hanya untuk berkumpul dan bercanda. Disaat siswa-siswa lain terburu buru tuk pulang dan menyantap makan siang. Kita justru rela hanya makan mie instan hanya untuk menikmati suasana bersama.

                Suasana yang sangat kurindukan. Terutama saat kita bercanda tanpa batas jaga perasaan. Tak peduli jika bercanda itu berlebihan tetap saja kita melupakan sakit hati. Aku juga rindu tingkah laku konyol kalian, yang tak ada rasa jaim, malu, dan yang kita perdulikan hanya tertawa.
                Sahabat, aku ingin masa itu terulang lagi. Tapi inilah keyataanya, semua tlah berubah. Kini semua tak lagi bisa sama. Rasanya ingin aku menyalahkan waktu yang terlalu cepat berlalu. Tapi aku tersadar, waktu tak pernah terlalu cepat ataupun terlambat. Ingin aku menyalahkan perpisahan, namun apa daya. Perpisahan akan selalu ada selama ada pertemuan.
 
                Dua tahun bersama mungkin sudah tinggal kenangan. Janji akan selalu bersama meski tlah terpisah kini tinggal angan. Angan yang kita tinggalkan untuk mengejar mimpi kita masing- masing.

                Mungkin sudah saatnya aku melangkah juga, meski kecewa tapi aku sudah tau bahwa kita tak mungkin seperti dulu. Aku sudah cukup bahagia dengan mengingat kenangan kita dahulu. Kuharap aku bisa melangkah sambil mengingat kenganan itu, kenangan kita sahabat.

                Aku berdoa sahabat, semoga engkau berhasil juga mengejar cita cita mu. Agar suatu hari nanti saat kita tak lagi disibukan dengan mimpi kita. Kita bisa berkumpul bersama, aku harap kita bisa berkumpul bukan lagi turun dari motor tetapi dari mobil sport kita massing masing. Haha… aku harap itu tak berlebihan. Mungkin saat itu tiba kita bisa menghina satu sama lain tanpa sakit hati seperti dulu. Sampai jumpa lagi sahabat.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar